PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

DINAS PERIKANAN KOTA SAMARINDA

Jl. Dahlia No. 69, Bugis, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75121

Kegiatan Sosialisasi Pengendalian Limbah Budidaya Perikanan

Info Perikanan    9 bulan yang lalu   
FERY FERNADY    74 Kali

Sumber Foto: Ari Panggih Diskan

Dinas Perikanan Kota Samarinda pada hari Kamis (7/8/2025) menggelar sosialisasi bagi para pembudidaya ikan  dengan fokus pada pengelolaan limbah budidaya perikanan. Sebagai narasumber pertama yaitu Bapak Dr. Ir. Asfie Maidie, M.Fish.Sc yang merupakan akademisi dari FPIK Unmul, membuka wawasan peserta mengenai dampak serius limbah akuakultur. Beliau menjelaskan bahwa sisa pakan dan kotoran ikan akan terurai menjadi senyawa beracun seperti amonia (NH3) dan nitrit (NO2) yang mematikan bagi ikan. Bapak Dr. Ir. Asfie Maidie, M.Fish.Sc menekankan bahwa penanganan limbah yang benar bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga merupakan komponen fundamental dari Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), yang menjadi syarat utama untuk menghasilkan produk perikanan yang aman, sehat, dan berkualitas.

Narasumber kedua, Bapak Rusmansyah, S.Pi., M.Hut., dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, memperkuat pesan tersebut dari perspektif pemerintah. Beliau menyatakan bahwa pemerintah sangat mendorong pembudidaya untuk meraih sertifikasi CPIB dan CBIB agar produk mereka memiliki daya saing yang tinggi. Untuk mencapai standar tersebut, penguasaan teknik penanganan limbah menjadi kunci. Bapak Rusmansyah memperkenalkan beberapa metode, mulai dari kolam pengendapan hingga sistem resirkulasi.

Menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta pada sesi tanya jawab mengenai pengelolaan sisa pakan pada kolam Bioflok. Bapak Dr. Ir. Asfie Maidie, M.Fish.Sc. dari FPIK Unmul memberikan penjelasan yang mendalam namun mudah dicerna. Beliau menjelaskan bahwa aerasi adalah jantung dari sistem bioflok. "Peran aerasi ini sangat vital," jelas Bapak Dr. Asfie. "Ia menyuplai oksigen terlarut yang krusial bagi kehidupan bakteri pembentuk flok. Namun dengan meningkatkan aerator konsekuensinya pada biaya listrik cukup besar, selain itu dijelaskan juga perlunya pergantian air secara berkala untuk menghilangkan sisa residu di kolam Bioflok. Sistem bioflok memang dapat dikatakan mahal, terutama jika dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional, namun biaya tersebut merupakan investasi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kontrol yang jauh lebih unggul. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung perikanan yang maju dan berkelanjutan di Kota Samarinda.


TINGGALKAN KOMENTAR

Pemerintah Kota Samarinda

DINAS PERIKANAN KOTA SAMARINDA

Jl. Dahlia No. 69, Bugis, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75121

Telp: 0541-742492
Email: diskan@samarindakota.go.id
Website: https://diskan.samarindakota.go.id


2026